Jumat, 20 Januari 2012

Ingin Liburan dengan Kendaraan, Ikuti 7 Langkah Ini

Musim libur anak sekolah sebentar lagi tiba. Mungkin Anda punya niat mengajak keluarga berlibur ke luar kota dan menggunakan kendaraan pribadi. Itu pilihan yang tepat karena dengan mobil sendiri bisa wara-wiri. Nah, agar perjalanan wisata lancar, ada 7 panduan kecil dari GardaOto harus dipersiapkan, baik terhadap kendaraan maupun keluarga.


1. Siapkan kondisi kendaraan. Periksa tekanan ban (dalam kondisi dingin), cek kapasitas air dan kondisi aki, radiator, serta oli. Pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik. Apabila perlu bawa kendaraan ke bengkel langganan atau bengkel resmi untuk diservis.


2. Persiapkan peralatan darurat. Lengkapi mobil Anda dengan ban serep, dongkrak set, kunci ban, obeng plus dan min, kunci pas mulai dari ukuran 10 hingga 19, kunci busi, kunci inggris, segitiga pengaman, senter, peta perjalanan, dan terakhir adalah kotak P3K! Toolkit tersebut dapat memudahkan Anda saat menemukan kesulitan di perjalanan.


3. Lindungi mobil melalui asuransi yang kredibel dengan jaringan bengkel dan kantor cabang yang luas serta memiliki fasilitas emergency road assistant!


4. Jangan lupa catat nomor telepon penting, seperti ambulans, rumah sakit, dan nomor darurat. Tak ketinggalan nomor hotline penyedia layanan asuransi mobil Anda.


5. Lengkapi kendaraan dengan perlengkapan tambahan, seperti charger telepon genggam, selimut, dan bantal untuk si kecil, serta makanan ringan agar Anda dan keluarga tidak bosan di perjalanan.


6. Jaga kebugaran. Berkendara saat liburan tentunya membutuhkan kondisi yang prima. Sebaiknya atur waktu istirahat agar kebugaran tetap terjaga. Konsumsi makanan bergizi dan pastikan badan fit saat berkendara.


7. Beristiratlah jika memang dibutuhkan. Jika tubuh terasa lelah, istirahatkan sejam hingga dua jam. Anda dapat melanjutkan perjalanan jika tubuh Anda sudah kembali segar.


Selamat berlibur! Semoga liburan Anda menjadi liburan yang berkesan!

Teknik Mengerem yang Benar buat "Bikers"

Ketika bikers sedang berkendara, apa sudah benar teknik pengeremannya? Nah, Agung Surya, Chief Instructor PT Astra Honda Motor (AHM), yang juga lulusan kursus safety riding di Rainbow Saitama, Jepang, mau membagi tekniknya, terutama saat melaju dalam kecepatan menengah, 60 kpj sampai 100 kpj.


Ketika berniat mengerem, segera tutup putaran gas dan tarik tuas rem tangan dan injak pedal rem kaki secara bersamaan. Terus, daya tarik tuas rem 70 persen, sedangkan daya tekan kaki cukup 30 persen.


Saat menarik tuas rem tangan, pergunakan keempat jari dengan teknik meremas. Jangan menghentakkan semua jari secara bersamaan karena akan mengunci kanvas rem dan membuat motor tetap melaju meski ban berhenti. "Tekniknya mirip saat kita berjabat tangan, disesuaikan dengan seberapa cepat kita mau menghentikan motor," jelas Agung.


Jangan cuma mengandalkan dua jari saja karena, saat harus mengerem mendadak, tenaga empat jari jauh lebih bertenaga. "Jangan sepelekan kondisi, hal yang darurat bisa datang kapan saja. Jadi harus selalu siap," tambah Agung.


Sesaat sebelum motor berhenti, tarik tuas kopling (buat motor sport). Dan, waktu motor berhenti, segera turunkan kaki kiri dan menoleh ke arah kanan. "Kondisi berkendara Indonesia itu di sebelah kiri. Dengan menoleh, kita jadi sigap terhadap apa yang ada dari kanan (bisa mobil, motor, atau kendaraan lain)."

Filter AC buat Avanza-Xenia

Anda pemilik mobil Toyota Avanza produksi 2009 ke bawah dan Xenia (semua tahun produksi) perlu mengetahui bahwa udara yang disemprotkan AC kurang bersih. Pasalnya, pada kendaraan Anda, sistem penyejuknya belum dilengkapi filter (penyaring).


Kini ada produk baru dari Sakura, filter kabin lengkap dengan dudukannya. Cara pasangnya, buka dulu laci pada dashboard mobil, akan terlihat saluran udara (blower). Tinggal aplikasikan saringan, plus dudukannya di atas blower. Harga ditawarkan Rp 250.000 untuk dudukan dan filter. Harga filternya saja Rp 46.000 untuk masa pemakaian 10.000 km.


"Sampai sekarang masih banyak konsumen belum sadar udara yang ada di dalam kabin tak bersih karena tak dilengkapi filter kabin," ujar Rudi Soerjanto, Asisten Direktur Pemasaran PT Selamat Sempura Tbk, saat dijumpai di IIMS, Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Naik Sepeda Motor Aman Saat Hujan? Nih Langkahnya

Musim hujan saat ini menjadi momok bagi pengendara sepeda motor. Ketika menghadapi kondisi itu, yang pasti perjalanan tidak nyaman dan tidak lancar. Apalagi sampai mengalami mogok, ke tempat tujuan pun jadi terlambat.


Ini ada beberapa petunjuk (tips) cara berkendara dalam situasi hujan, yang intinya tidak mengubah gaya Anda.


Kaca helm bening
Sebelum jalan, pastikan jaket sudah tersedia di bagasi. Sebaiknya pergunakan model setelan (celana dan baju), bukan terusan seperti jubah. Kemudian, kenakan sarung tangan antihujan (terbuat dari bahan kulit) dan sepatu yang telapaknya tidak licin sehingga lancar saat pengoperasian tuas persneling dan menginjak pedal rem.


Pergunakan helm full-face (kepala tertutup), bukan model half-face yang bisa membasahi muka dan busanya jadi basah dan lembab. Terus, pelapis kaca dilepas agar pandangan jadi jernih.


Setelah perlengkapan di badan, pastikan kondisi sepeda motor dalam keadaan baik. Periksa jarak tekan pedal rem (belakang) tidak terlalu jauh, termasuk juga handle rem depan.


Ketika berkendaraan di jalan licin, perhatian utama pada kendaraan adalah traksi. Sebab, umumnya pengendara tidak mengetahui berapa kuat daya cengkeram ban, baik saat mengerem maupun manuver di tikungan. Makanya, pemilik sepeda motor harus mengetahui kondisi kedua ban. Jika kondisi kembangan ban tinggal 50 persen, jangan melakukan pengereman dengan keras dan menikung dengan kecepatan tinggi.


Santai dan fokus


Saat berkendara, sebaiknya santai dan fokus. Jangan sekali-sekali kedua kaki lepas dari pedal (menggantung karena jaga-jaga bila kendaraan terguling). Lalu, letakkan jari-jari kaki pada pedal, tujuannya untuk mengontrol bila terjadi sesuatu.


Kontrol dan teknik


Berkendaraan saat hujan, kuncinya fokus pada kecepatan dan perubahan arah, kemudian pengereman serta buka-tutup pedal gas. Saat menaikkan atau menurunkan gigi persneling, lakukan dengan halus dan jaga putaran mesin.


Begitu juga mengerem. Bila dilakukan dengan keras, kendaraan bukannya cepat, malah lama baru berhenti. Hati-hati bila menggunakan rem depan (sebisanya tidak digunakan) di trek licin, apalagi kecepatan di atas 50 km per jam kala menikung pula.


Nah, dengan petunjuk ini, semoga perjalanan Anda jadi nyaman saat hujan.

Modifikasi Mesin Memperpendek Usia Sepeda Motor

Bagi sebagian besar bikers, kondisi mesin standar masih dianggap kurung mumpuni. Akibatnya, entah keinginan sendiri atau rayuan teman, tega mengoprek mesin.


Nah, kalau sudah begini, buat penampilan sih oke! Namun bagaimana nasibnya sepeda motor tersebut setelah dioprek?


Menurut Mangiring Siahaan selaku General Manager Service and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), daya tahan atau usia pakai sepeda motor dipastikan akan menjadi pendek. Lho kok bisa?


Suhu mesin
Dijelaskan, setiap modifikasi mesin akan memengaruhi kondisi kerjanya. Misalnya, modifikasi paling standar mengganti knalpot dengan tipe racing. Usia pakai komponen mesin jadi pendek.


"Knalpot racing digunakan untuk putaran tinggi. Pada kondisi kerja seperti itu, suhu mesin akan naik atau menjadi lebih tinggi dari normalnya. Daya tahan piston berkurang karena suhu tinggi tersebut. Ini contoh dasar. Belum lagi modifikasi lainnya," urai Mangiring.


Muhammad Abidin, Manager Technical Support YMKI menambahkan, modifikasi pada kaki-kaki juga memperpendek usia pakai sepeda motor. Abidin mencontohkan, mengganti velg atau ban dengan ukuran lebih lebar menyebabkan bobot bertambah. Akibatnya, beban kerja mesin bertambah.


"Coba saja Anda ganti ban standar dengan ukuran besar. Pada dyno test pasti terjadi penurunan sampai satu PS," ucap Abidin.


Tergantung individu
Abidin melanjutkan, kalau sepeda motor digunakan dengan baik (standar), maka perawatan berkala juga perlu dilakukan teratur. Usia sepeda motor pada kondisi top, bisa mencapai lima tahun.


"Kondisi tesebut tidak termasuk penggantian komponen yang habis, seperti kampas rem dan ban. Intinya, usia sepeda motor sangat ditentukan oleh individu penggunanya," ungkap Abidin.


Anda mau yang mana? Modifikasi buat dipajang, untuk gaya, ngebut, atau membutuhkannya sebagai alat transportasi semata?

Nih, 5 Penyebab Mobil Mengalami Kecelakaan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mobil mengalami kecelakaan lalu lintas, misalnya terbalik, seperti yang dialami penyanyi Saipul Jamil yang mengakibatkan sang istri meninggal. Untuk itu, pengguna mobil perlu mengetahui hal-hal yang bisa diantisipasi lebih awal agar tidak mencelakakan diri sendiri atau orang lain.


Berikut ini 5 penyebab yang patut diwaspadai:


1. Genangan air. Memasuki musim penghujan, dapat dipastikan banyak genangan yang tercipta akibat kondisi jalan yang tidak mulus atau bergelombang. Melaju dengan kecepatan di atas 60 km per jam membuat daya cengkeram ban pada aspal mulai berkurang, bahkan bisa hilang. Air merupakan materi penghalang antara ban dan permukaan jalan. Akan lebih berbahaya lagi ketika tapak ban Anda sudah tipis. Kecenderungan yang kerap terjadi adalah mobil secara tiba-tiba akan menarik ke kanan atau ke kiri.


2. Pecah ban. Hal ini sama bahayanya dengan genangan. Bukan hanya mobil yang susah dikendalikan, melainkan mobil juga bisa tiba-tiba oleng dan terbalik karena beda ketinggian mobil akibat ban meletus. Apalagi saat melaju dalam kecepatan yang cukup tinggi. Pastikan bahwa kondisi ban Anda masih layak digunakan.


3. Jalan bergelombang. Ketika mobil melaju kencang dan melewati gelombang, yang terjadi adalah mobil sedikit melayang. Bahkan, bagian belakang sering tak bisa diatur, terlebih jika kondisi suspensi sudah jelek. Jalan yang tidak rata ini menyebabkan mobil melayang karena ban tidak menempel dengan baik sehingga kehilangan traksi.


4. Rem blong ataupun slip. Hal ini sudah pasti akan membuat mobil lepas kontrol dan sulit untuk diperlambat. Apalagi pada mobil dengan transmisi otomatis yang hanya mengandalkan rem tanpa engine brake. Sebaiknya selalu lakukan pengecekan pada sistem pengereman sebelum bepergian.


5. Human error. Faktor ini merupakan penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas. Beberapa contohnya adalah memacu kendaraan melampaui kemampuan mengemudi, mengantuk, reaksi yang berlebihan ketika mobil mengalami gejala negatif pengendalian, seperti limbung, oversteer, ataupun understeer. Selain itu, menurunnya konsentrasi pengemudi karena sibuk ber-SMS, telepon, dan makan sambil menyetir.


Menurut Fitra Eri, instruktur dalam beberapa event safety driving dan pebalap nasional, "Kesimpulan dari kelima hal di atas adalah mobil akan menjadi sulit dikendalikan saat ban kehilangan traksi. Dan, penting untuk diingat, berkendaralah sesuai dengan kemampuan, serta tetap waspada dan konsentrasi."

Jangan Sepelekan Alat Penyeka Kaca

Alat penyeka kaca (wiper) menjadi komponen sangat penting saat hujan mendera. Sampai tidak berfungsi sama saja dengan mesin mati, Anda tak  dapat melajukan mobil lantaran pandangan terganggu (terlebih curah hujan cukup lebat). Lebih merepotkan lagi, kalau kejadian malam, kontan berhenti.


Wiper sampai mandek disebabkan motornya rusak. "Biasanya pengemudi jarang memeriksakan kondisi motor penyeka kaca dan baru sadar komponen tidak berfungsi dengan baik," ujar Apre, punggawa Bengkel AP Speed.


Apre menuturkan bahwa kerusakan motor akibat jarang digunakan saat musim kemarau. Ketika dihidupkan, kotoran yang mengendap di dalam motor menyebar dan menyumbat beberapa bagian sehingga kerja motor makin berat dan akhirnya rusak.


Biasanya, kejadiani tersebut dialami mobil yang berusia lebih dari 5 tahun. Jadi ada unsur umur motor yang memang sudah tua sehingga kinerjanya menurun. Tidak ada solusi yang tepat selain mengganti motor penyeka kaca. Jangan pernah mau menerima reparasi yang bersifat service karena tidak akan berumur panjang.


Karet penyeka kaca pun harus diperhatikan karena cukup vital untuk menghapus rintik hujan. Periksa permukaan karet, bila sudah mengeras atau getas tidak akan menyeka dengan baik dan masih ada sisa yang menempel. Akibatnya, bias bayangan dari luar. Apalagi malam hari cahaya yang masuk terlihat berpendar. Jika itu yang terjadi, maka karet tersebut sudah waktunya diganti.


Efek lain yang bisa timbul akibat kerasnya karet penyeka adalah baret pada kaca. Apalagi ada kerikil kecil atau kotoran yang menempel. Sebaiknya momen pertama penggunaan penyeka harus dibarengi dengan semprotan air dari pembersih kaca.


Dilala, motor yang berfungsi mendistribusikan air ke keca juga rusak. Jika diseka tanpa air, pandangan akan makin buram dan kaca tergores halus. Jika sudah begini, sebaiknya motor juga diganti.